Bahasa, Ideologi, dan Gender: Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough Atas Narasi Keislaman Kontemporer

Penulis

Yuliani Yuliani
UIN Sunan Gunung Djati Bandung

##submission.synopsis##

Buku Bahasa, Ideologi, dan Gender: Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough atas Narasi Keislaman Kontemporer karya Yuliani mengkaji konstruksi wacana kesetaraan gender dalam ceramah digital Ustadz Adi Hidayat melalui pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Norman Fairclough. Di tengah masifnya dakwah digital di platform seperti YouTube, bahasa agama tidak lagi berfungsi semata sebagai media penyampaian ajaran, tetapi juga sebagai instrumen ideologis yang membentuk persepsi sosial, termasuk dalam relasi gender.

Penelitian ini berangkat dari asumsi bahwa ceramah keagamaan tidak pernah netral, melainkan mereproduksi nilai dan struktur kuasa tertentu. Dengan memadukan teori Fairclough (analisis teks, praktik wacana, dan praktik sosial-budaya), konsep interpelasi Louis Althusser, serta teori modal simbolik Pierre Bourdieu, buku ini membedah bagaimana bahasa dakwah bekerja sebagai alat legitimasi dan reproduksi ideologi patriarki religius. Fokus analisis mencakup tema pendidikan, rumah tangga, ekonomi dan karier, partisipasi sosial-politik, serta dakwah dan spiritualitas dalam ceramah Ustadz Adi Hidayat.

Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun wacana yang disampaikan tampak moderat dan normatif serta mengakui kapasitas perempuan di ranah publik, konstruksi bahasa yang digunakan tetap membingkai perempuan dalam kerangka domestik dan hierarkis. Konsep-konsep seperti fitrah, qawwamun, dan kesalehan domestik berfungsi sebagai strategi linguistik untuk mempertahankan struktur relasi kuasa yang menempatkan laki-laki sebagai otoritas utama. Dengan demikian, wacana kesetaraan gender yang diartikulasikan tidak sepenuhnya bersifat egaliter, melainkan cenderung memperkuat ideologi patriarki dalam kemasan religius yang legitim.

Buku ini berkontribusi pada pengembangan studi wacana keislaman dan gender dengan menghadirkan pembacaan kritis terhadap dakwah digital sebagai arena produksi makna dan kekuasaan. Karya ini menawarkan refleksi teoretis sekaligus intervensi konseptual bagi pengembangan wacana keagamaan yang lebih adil, humanis, dan responsif terhadap prinsip kesetaraan gender dalam konteks Islam kontemporer.

##catalog.published##

Januari 3, 2026

##catalog.categories##