Dari Aural ke Artificial Intelligence: Lintasan Komunikasi, Agama, dan Isu-isu Kontemporer
Keywords:
komunikasi, agama, sensorium, media digital, kecerdasan buatan, etika teknologiSynopsis
Buku ini mengkaji lintasan historis dan konseptual transformasi komunikasi manusia dari budaya aural hingga era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta implikasinya terhadap pengalaman, praktik, dan pemaknaan keagamaan. Berangkat dari asumsi bahwa teknologi komunikasi tidak bersifat netral, melainkan secara aktif membentuk sensorium, struktur kesadaran, dan relasi sosial, buku ini menelusuri bagaimana setiap revolusi media—lisan, tulis, cetak, elektronik, digital, hingga algoritmik—mereformulasi cara manusia mengindra yang sakral, membangun otoritas keagamaan, dan membentuk komunitas religius.
Melalui pendekatan interdisipliner yang memadukan kajian komunikasi, sosiologi agama, teori media, dan filsafat teknologi, buku ini menganalisis pergeseran dari pengalaman religius yang bersifat komunal, embodied, dan berbasis pendengaran menuju pengalaman yang semakin terdistribusi, tervisualkan, dan dipersonalisasi secara algoritmik. Perhatian khusus diberikan pada era digital dan kecerdasan buatan, di mana algoritma dan sistem AI mulai berperan sebagai aktor nonmanusia dalam produksi, mediasi, dan interpretasi makna keagamaan. Fenomena seperti otoritas keagamaan berbasis platform, komodifikasi spiritualitas, simulasi empati AI, serta problematika etika dan teologis yang menyertainya menjadi fokus utama pembahasan.
Buku ini berargumen bahwa transformasi teknologi komunikasi tidak hanya mengubah cara agama disampaikan, tetapi secara fundamental mengonfigurasi ulang pengalaman keberagamaan itu sendiri. Dengan demikian, pemahaman agama di era kontemporer menuntut kerangka analisis yang mampu membaca relasi kompleks antara media, kekuasaan, ekonomi perhatian, dan nilai-nilai kemanusiaan. Buku ini diharapkan dapat menjadi rujukan akademik dan reflektif bagi peneliti, mahasiswa, pemuka agama, serta masyarakat luas dalam menavigasi tantangan dan peluang kehidupan beragama di tengah perkembangan teknologi yang semakin canggih.
